Showing posts with label security system. Show all posts
Showing posts with label security system. Show all posts

Cara dan Strategi menghilangkan virus komputer



Cara dan Strategi menghilangkan virus komputer

Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Cara Kerja

Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer dengan cara memuat program yang memaksa over process ke perangkat tertentu misalnya VGA, Memory bahkan Procesor (terutama pada sistem operasi , seperti sistem operasi berbasis keluarga Windows (Windows 95, Windows 98/98SE, Windows NT, Windows NT Server, Windows 2000, Windows 2000 Server, Windows 2003, Windows 2003 Server, Windows XP Home Edition, Windows XP Professional, Windows XP Service Pack 1, Windows XP Service Pack 2, Windows Vista Service Pack 1 ) bahkan GNU/Linux. Efek negatif virus komputer terutama adalah memperbanyak dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti CPU Real Time, penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% Virus adalah virus komputer berbasis sistem operasi Windows. Sisanya, 2% menyerang Linux/GNU dengan versi kernel dibawah 1.4 (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), 1% menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard). 2% lagi menyerang sistim operasi lain seperti FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.
Jenis-jenis Virus Komputer

Virus komputer sendiri adalah sebuah istilah umum untuk menggambarkan segala jenis serangan terhadap komputer. Namun, bila dikategorikan dari cara kerjanya, virus komputer dapat dikelompokkan ke dalam kategori sebagai berikut:

* Worm – merupakan program yang diam-diam menginstallkan dirinya ke dalam komputer ketika pengguna sedang membuka laman-laman tertentu di Internet.
* Trojan – merupakan program yang menginjeksikan dirinya ke dalam sebuah program baik-baik, yang mengakibatkan Trojan tersebut aktif di memori ketika program inang tersebut dijalankan oleh pengguna.
* Hacking – merupakan serangan langsung dari hacker terhadap komputer pengguna yang mengakses laman internet tertentu, dengan atau tanpa program bantuan yang telah disisipkan di komputer pengguna.
* Backdoor – merupakan program pencuri data-data pribadi dari user, dan secara diam-diam mengirimkannya kepada sang pembuat virus.
* Spyware, Malware, dan Adware – merupakan program yang didesain untuk menjejali komputer pengguna dengan promosi-promosi yang mengganggu.
* Rogue dan Ransomware – merupakan program yang meniru program antivirus dan menampilkan aktivitas layaknya antivirus normal, dan memberikan peringatan-peringatan palsu tentang adanya virus. Tujuannya adalah agar pengguna membeli dan mengaktivasi program antivirus palsu itu dan mendatangkan uang bagi pembuat virus rogue tersebut.
* Virus Telepon Seluler – merupakan virus yang khusus berjalan di telepon seluler, dan dapat menimbulkan berbagai macam efek, mulai dari merusak telepon seluler, mencuri data-data di dalam telepon seluler, sampai membuat panggilan-panggilan diam-diam dan menghabiskan pulsa pengguna telepon seluler.

Ciri-ciri komputer terkena Virus

Tanda-Tanda/Ciri-Ciri Komputer Kita Terkena/Terinfeksi Virus Komputer :
- Komputer berjalan lambat dari normal
- Sering keluar pesan eror atau aneh-aneh
- Perubahan tampilan pada komputer
- Media penyimpanan seperti disket, flashdisk, dan sebagainya langsung mengkopi file aneh tanpa kita kopi ketika kita hubungkan ke komputer.
- Komputer suka restart sendiri atau crash ketika sedang berjalan.
- Suka muncul pesan atau tulisan aneh
- Komputer hang atau berhenti merespon kita.
- Harddisk tidak bisa diakses
- Printer dan perangkat lain tidak dapat dipakai walaupun tidak ada masalah hardware dan software driver.
- Sering ada menu atau kotak dialog yang error atau rusak.
- Hilangnya beberapa fungsi dasar komputer.
- Komputer berusaha menghubungkan diri dengan internet atau jaringan tanpa kita suruh.
- File yang kita simpan di komputer atau media penyimpanan hilang begitu saja atau disembunyikan virus. dan lain-lain

Contoh bentuk media penyebaran virus komputer dari komputer yang satu ke komputer yang lain :
- Media Penyimpanan (disket, flashdisk, harddisk eksternal, zipdisk, cd, dvd, bluray disc, cartridge, dan lain sebagainya)
- Jaringan lan, wan, man, internet dan lain sebagainya.
- File attachment atau file lampiran pada email atau pesan elektronik lainnya.
- File software (piranti lunak) yang ditunggangi virus komputer.
Cara Mengatasi Virus Komputer

Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan perangkat lunak antivirus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data virus komputer yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode untuk menghapus virus tersebut.

Contoh antivirus yang bisa diandalkan dan menangkal virus adalah Kaspersky, Panda, Sophos, Symantec, Bit Defender, Ansav, SmadAV, AVG, AntiVir, PCMAV, Norton, Norman, McAfee, dan lain sebagainya.

Beberapa tahun belakangan banyak bermunculan virus-virus yang mulai merepotkan masyarakat pengguna komputer. Kalau dahulu pengguna internet saja yang dipusingkan oleh virus karena penyebarannya yang masih terbatas melalui email dan jaringan. Seiring perkembangan teknologi maka perangkat mobile teknologi informasi juga berkembang. Saat ini hampir tiap pengguna komputer pasti memiliki flash disk yang merupakan media penyimpanan data yang sangat portable dan mudah digunakan karena sifatnya seperti disket namun dengan kapasitas besar dan tidak mudah rusak. Namun kepopuleran flash disk di pengguna komputer memancing para pembuat virus untuk membuat virus yang menyebar melalui media penyimpanan ini. Hal ini membuat para pengguna yang kurang paham komputer terkadang tertipu karena menjalankan virus yang disangkanya adalah file lain seperti file dokumen Microsoft Word, Folder, atau bentuk file lainnya. Padahal yang sedang dibuka adalah program virus yang memiliki icon sama dengan file-file tersebut.

Tidak perlu membahas terlalu panjang sejarah kemunculan virus ini, namun buat pengguna yang sudah terkena virus maka sebenarnya langkah pembasmian virus-virus tersebut hampir sama. Biasanya masyarakat umum yang tidak memiliki akses internet di komputernya akan lebih mudah terkena virus karena antivirus yang tidak up to date sehingga antivirus miliknya tidak mengenali virus-virus baru. Ada beberapa cara menghilangkan virus dari komputer anda bila sudah terlanjur terinfeksi virus ini. Teknik-teknik berikut dibahas pada sistem operasi Windows XP karena OS inilah yang paling umum terinfeksi dan paling banyak digunakan. Berikut adalah teknik teknik tersebut:
Menghapus dengan antivirus di komputer lain

Dengan melepaskan hardisk komputer yang telah terinfeksi virus kemudian dipasangkan ke komputer lain yang memilki antivirus yang terbaru atau setidaknya mampu mengenali virus di sistem yang telah terinfeksi. Lakukan full scanning pada hardisk sistem yang terinfeksi dan hapus semua virus yang ditemukan. Setelah selesai hardisk tersebut sudah dapat dipasang kembali dikomputer dan jalankan sistem seperti biasa. Lakukan pemeriksaan kembali apakah komputer masih menunjukkan gejala yang sama saat terkena virus. Cara ini ampuh membersihkan virus sepanjang antivirus di komputer lain tersebut dapat mengenali dan menghapus virus di hardisk yang terinfeksi. Namun virus masih meninggalkan jejak berupa autorun atau startup yang tidak berfungsi. Jejak ini terkadang memunculkan pesan error yang tidak berbahaya namun mungkin sedikit mengganggu.
Menghapus dengan sistem operasi lain

Pada laptop atau komputer yang tidak dapat dilepas harddisknya maka cara lain adalah menjalankan sistem operasi lain yang tidak terinfeksi virus dan melakukan full scan terhadap seluruh harddisk. Biasanya ada beberpa pengguna yang menggunakan dual OS seperti Linux dan Windows atau Windows XP dan Windows Vista dsb. Selain itu bisa juga menggunakan LiveCD atau OS Portable seperti Knoopix dan Windows PE ( Windows yang telah diminimazed dan dapat dibooting dari media penyimpanan portable seperti flash disk atau CD.) lalu lakukan full scanning dengan antivirus terbaru. Efektifnya sama dengan menghapus virus dengan antivirus di komputer lain contoh diatas. Virus terkadang masih meninggalkan jejak tidak berbahaya.
Menghapus secara manual

Bila anda kesulitan melakukan hal diatas masih ada cara lain yaitu dengan cara manual. Langkah-langkah tersebut adalah:

1. Matikan process yang dijalankan oleh virus. Virus yang aktif pasti memiliki process yang berjalan pada sistem. Process ini biasanya memantau aktifitas sistem dan melakukan aksinya bila ada kejadian tertentu yang dikenali virus tersebut. Contohnya pada saat kita memasang flash disk, process virus akan mengenali aksi tersebut dan menginfeksi flash disk dengan virus yang sama. Proses ini harusnya bisa dilihat dari task manager yang bisa diaktifkan dengan tombol Ctrl + Alt + Del namun terkadang virus akan memblokir aksi ini dengan melakukan log off, menutup window Task Manager, atau restart sistem. Cara lain adalah menggunakan tool lain untuk melihat dan mematikan proses virus. Saya biasa menggunakan Process Explorer dari http://www.sysinternals.com/ . Dengan tool ini anda bisa mematikan process yang dianggap virus. Pada saat mematikan proses milik virus perlu diperhatikan terkadang proses milik virus terdiri atas lebih dari 1 proses yang saling memantau. Bila 1 proses dimatikan maka proses tsb akan dihidupkan lagi dengan proses lainnya. Karena itu mematikan process virus harus dengan cepat sebelum proses yang dimatikan dihidupkan lagi oleh proses lainnya. Kenali terlebih dahulu proses yang dianggap virus lalu matikan semuanya dengan cepat. Biasanya virus menyamar menyerupai proses windows tapi tentu ada bedanya seperti IExplorer.exe yang meniru Explorer.exe. Berikut adalah proses windows yang bisa dijadikan referensi proses yang dikategorikan aman:

C:\WINDOWS\system32\smss.exe
C:\WINDOWS\system32\csrss.exe
C:\WINDOWS\system32\winlogon.exe
C:\WINDOWS\system32\services.exe
C:\WINDOWS\system32\svchost.exe
C:\WINDOWS\system32\lsass.exe
C:\WINDOWS\Explorer.exe

Selain process explorer anda bisa menggunakan tools lainnya yang mungkin lebih mudah dan bisa menghapus process sekaligus. Contoh lain adalah HijackFree. Anda bisa mencari di google tools sejenis.
2. Setelah proses mematikan virus berhasil lakukan pengembalian nilai default parameter sistem yang digunakan virus untuk mengaktifkan dirinya dan memblokir usaha menghapus dirinya. Parameter tersebut berada pada registry windows yang bisa di reset dengan nilai defaultnya. Simpan file berikut dengan nama apa saja dengan extention file .reg. Kemudian eksekusi file tersebut dengan mengklik 2 kali. Bila ada konfirmasi anda bisa menjawab Yes/Ok. Berikut file registry tersebut:

Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced]
"Hidden"=dword:00000000
"SuperHidden"=dword:00000000
"ShowSuperHidden"=dword:00000000

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot]
"AlternateShell"="Cmd.exe"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot]
"AlternateShell"="Cmd.exe"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot]
"AlternateShell"="Cmd.exe"

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon]
"Shell"="Explorer.exe"
"Userinit"="C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,"

[HKEY_CLASSES_ROOT\regfile\shell\open\command]
@="regedit.exe \"%1\""

[HKEY_CLASSES_ROOT\scrfile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"

[HKEY_CLASSES_ROOT\piffile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"
[HKEY_CLASSES_ROOT\comfile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"
[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"

File registry diatas akan membuka blokir regedit, mencegah virus mencangkokkan dirinya pada sistem, dan reset parameter lain untuk mencegah virus jalan lagi.
3. Setelah proses virus dimatikan dan parameter sistem di reset. Cegah virus aktif kembali dengan menghapus entry virus pada autorun dan startup Windows. Bisa menggunakan tool bawaan windows MSConfig atau mengedit langsung pada registry dengan Regedit. Untuk lebih mudahnya gunakan tools pihak ketiga seperti autoruns dari http://www.sysinternals.com untuk menghapus entry autorun dan startup milik virus tsb. Jangan lupa periksa folder StartUp pada menu Start Menu -> Programs -> Startup dan pastikan tidak ada entry virus tsb.
4. Download antivirus terbaru dan lakukan full scanning pada sistem agar antivirus memeriksa keseluruhan sistem dan menghapus semua virus yang ditemukan. Saya menyarankan avira yang bisa didownload dari http://www.free-av.com karena sifatnya free dan scanner virus yang sama tangguhnya dengan antivirus komersil seperti Symantec atau Kaspersky.
5. Sebelum restart pastikan anda tidak melewatkan virus baik dari proces atau autorun dan startup sistem. Karena bila tidak maka pada saat restart maka sistem akan kembali seperti pada saat terinfeksi virus dan sia-sia semua langkah yang anda lakukan sebelumnya.
6. Setelah restart periksa kembali komputer anda dan perhatikan apakah gejala yang muncul pada saat komputer terinfeksi masih ada atau tidak. Bila ada maka anda terlewat beberpa autorun virus atau reset parameter sistem diatas tidak berhasil. Lakukan langkah diatas dan periksa lebih cermat tiap langkah anda sebelum melakukan restart sistem.

Itulah langkah-langkah penghapusan virus pada sistem Windows XP. Untuk mencegah virus datang kembali sebaiknya anda rajin update antivirus atau memasang aplikasi pencegah seperti WinPooch atau Comodo Firewall yang akan memperingatkan pengguna bila ada program lain yang akan memodifikasi sistem. Jadi walaupun virus tersebut tidak dikenali akan tetapi sebelum masuk maka pengguna akan diperingatkan oleh aplikasi pencegah. Bila anda mengenali program yang hendak mengakses sistem anda maka anda bisa mengijinkan akses tersebut namun bila tidak sebaiknya tolak dan blokir akses tersebut karena ada kemungkinan program tersebut adalah virus.

Berhati-hati pada saat membuka flash disk. Jangan membuka flash disk dengan klik 2 kali. Buka dengan klik kanan lalu pilih menu Open agar fitur autoplay pada flash disk tidak menjalankan virus secara ototmatis. Jangan lupa perhatikan file yang anda buka. Walaupun iconnya sama perhatikan bahwa file yang anda buka buka tipe application atau program. Pastikan file word adalah betul-betul word dan folder betul-betul folder bisa dengan melihat detail atau properties dari file tsb. Semoga artikel ini membantu dan mencegah anda terinfeksi virus komputer.

Sumber : Sandiaz Yudhasmara - Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

SOLUSI TEMANS

1. back up semua data (seluruh drive)

2. matikan system restore, klik kanan pd My Computer pilih Properties, di menu Restore contreng TURN OFF RESTORE

3. pasang norman malware yang terbaru (ganti ekstensi *.cmd)

4. CD mini PE (kalau ada) gunakan antivirus ini dengan CD mini PE.

5. setelah hilang semua dengan anti virus ..

6. install ulang dengan memformat ulang semua drive ...

Sayyid
16-01-2010, 14:03
cara pencegahannya adalah pakai win xp SP3, atau pakai win xp sp2 diinstal critical security update MS08-067 (donlod di site microsof ).

win xp sp3 memang sukak bermasalah dengan hardware sound,(ane pakai X2 4000 + biostar nf61s ). driver bawaan di cd gak kompatibel sama win xp sp3.

kalo komputernya dah terjangkit duluan sih, mao 1000x diinstal window sp2/sp3 pun tetap aj virusnya masih ada. sesudah instalan baru, begitu restart pertama kali langsung terjangkit.

pemecahannya :
- klo punya antivirus yg bagus (anti conficker) + critical security updates (untuk sp2). begini caranya :
1. install windows
2. begitu selesai install, masuk windows pertamakali jangan dulu direstart.
3. matikan system restore & recycle bin
4. install antivirus, critical security update dsb.
5. jalankan antivirus buat scan hardis.

- virus terus muncul meskipun telah diinstal window baru karena ada di recycle bin, system restore ataw di system volume information.
walaupun drive c diformat.. tapi kan virus ini ada di drive lainya. jadi tetap saja begitu restart pertama akan langsung terjangkit virus. jadi klo gak yakin terhadap kesaktian antivirus yg akan kita instal sebaiknya sebelum kita menginstal windows baru, hapuslah terlebih dahulu folder: restore, recycle bin & system volume information di semua drive menggunakan DOS atau Linux (klo dari window gak akan bisa dihapus)


http://korananakindonesia.wordpress.com/
http://ashifcom.blogspot.comShare/Bookmark

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

APAKAH EMAIL ANDA SUDAH AMAN?



APAKAH EMAIL ANDA SUDAH AMAN?
Posted 11-01-2010 10:44

Apakah anda merasa password email anda sudah aman? Mungkin anda harus membaca artikel di bawah ini agar anda lebih yakin.

Gaya hidup berinternet memudahkan semua orang dalam mendapatkan informasi. Dari informasi remeh-temeh hingga kelas berat, semua tersaji di internet. Ketika semua informasi, data-data pribadi terkoneksi internet. Maka itu akan semakin memudahkan orang lain dalam mengakses data-data anda.

Untuk anda yang senang posting dengan memakai nama asli atau email asli. Jangan heran kalau tiba-tiba ada yang menghubungi anda berbekal data yang tersebar gratis di internet. Saya tidak akan berbicara banyak tentang ini. Mungkin saya akan bahas ini di lain waktu.

Sudah sebulan ini saya gandrung mempelajari seluk-beluk dunia internet. Berawal dari adanya beberapa spam, scam dan email misterius yang sedikit membuat jengah. Saya berhari-hari membaca dan mempelajari IP Address. Untuk saya yang sangat awam dan hanya lulusan S1 dari sebuah perguruan tinggi pertanian, ini adalah hal yang sangat baru.

Bravo! Suatu hari saya menemukan cara melihat IP Address dari email pengirim. Dari IP Address, ternyata kita bisa mengetahui lokasi lengkap dimana si pengirim email mengakses internetnya. Tidak hanya itu, anda dapat pula mengetahui provider apa yang melayani internetnya. Makanya berhati-hatilah kalau anda ingin meneror orang, jangan heran kalau tiba-tiba ada satuan anti cyber crime datang ke rumah anda. Anda akan dituntut dengan berderet pasal ITE.

Satu penemuan baru disusul dengan penemuan lain yang tidak kalah serunya. Suami saya selalu mengingatkan saya agar tidak kebablasan. Saya tahu diri, tetapi itu tidak membuat saya berhenti untuk belajar. Saya pernah masuk di website seorang hacker di luar negeri. Lumayan banyak ilmu yang saya dapat. Namun resikonya juga tidak sedikit. Saya harus merelakan laptop saya di instal ulang. Karena virus-virus yang dikirim oleh si pemilik website. Untung arsip tulisan calon buku-buku saya selanjutnya tidak ikutan lenyap. Karena saya sudah melakukan tindakan pencegahan dengan menyimpannya di folder D. Jadi seandainya harus diinstal ulang, file anda aman. Dan tentu saja anda harus membuat back up di piranti lain semisal flashdisk.

Berawal dari curhat suami yang sudah seminggu ini tidak dapat satu emailpun yang singgah di inbox-nya. Setelah dipersilahkan, maka saya pun beraksi. Saya mencoba menjebol passwordnya. Saya tidak perlu bersusah payah, karena pertahanan terakhir yang seharusnya dimiliki oleh password sandi berupa ‘secret question’ terjawab dengan mudah. Saya masuk dan tahulah saya, ada seseorang yang menarik semua email yang masuk ke emailnya. Prosesnya seperti anda pop-mail ke Microsoft outlook anda. Makanya si pemilik email yang sebenarnya tidak pernah mendapatkan email lagi. Namun setelah diganti password dan ‘secret question’, dia kembali mendapatkan email.

Setelah kasus itu saya tergelitik untuk mencoba system keamanan penyedia layanan email gratis, seperti: MSN/Hotmail, Yahoo, dan GMAIL. Sebetulnya teknik hacking password email atau instant messenger ada berbagai cara. Jika anda mengakses email/ instant messaging di warnet atau tempat kerja yang terhubung dengan intranet. Anda harus ektra hati-hati. Selain jangan pernah meninggalkan email atau IM anda tanpa sign out. Anda juga harus waspada dengan pencurian password.

Secara teoritis, intranet menghubungkan komputer anda dengan komputer lainnya di dalam satu jaringan. IP Address anda hanya berbeda satu angka dengan IP address komputer tetangga terdekat. Makanya jangan heran bila anda tiba-tiba tidak bisa mengakses internet karena IP address anda ’dipinjam’ oleh orang lain. Hal ini tidak menutup kemungkinan seseorang ’mengendus’ password anda. Ada satu aplikasi software ’sniffing tool’ untuk mengendus password email/IM komputer tetangga yang terhubung dalam satu intranet.

Jangan percaya bila anda membaca website di internet yang menawarkan layanan menge-hack password email/IM orang lain, apalagi dengan meminta bayaran. Biasanya dia akan mensyaratkan agar anda menuliskan ID dan password anda serta ID sang target yang akan dihack. Bukannya email target anda yang akan dihack, tapi email anda yang terlebih dahulu menjadi target sang hacker. Jangan pernah memberikan ID dan password anda ke siapapun! Dengan dalih apapun.

Jika anda pernah mendapat email dari Yahoo! Customer Service atau Yahoo Member Service yang meminta anda mengisi sederet pertanyaan berikut:

Dear Valued Member,

Due to the congestion in all Yahoo!users accounts, Yahoo! would be shutting down all unused accounts. In order to avoid the deactivation of your account, you will have to confirm your e-mail by filling out your Login Info below by clicking the reply button. The personal informations requested are for the safety of your Yahoo Account. Please FILL IN all requested informations.

Username: ……………………………………..
Password: ………………………………………
Date Of Birth: ………………………………….
Occupation: …………………………………….

Country Of Residence: ………………………

After you must have followed the instructions in the sheet, your Yahoo! account will not be interrupted and will continue as normal. Thank you for your usual co-operation. We apologize for any inconvenience.


Yahoo! Customer Care

Case number: 8941624
Property: Account Security
Contact date: 01-05-2010

Jangan dibales apalagi dengan isian lengkap yang sesungguhnya. Itu adalah salah satu muslihat hacker mencuri data email anda. Provider email (MSN/Hotmail, Yahoo, GMAIL) tidak pernah menanyakan ID/password ke email anda.

Jangan percaya juga jika anda mendapatkan email dengan corporate email @microsoft.com, @whitehouse.gov, dll. Bila anda tidak pernah melamar pekerjaan atau berurusan dgn mereka jangan harap itu email memang ditujukan untuk anda. Itu adalah email palsu! Well, saya pun yang amatiran bisa mengirim email seperti itu. Mau bukti?

Email anda akan terproteksi dengan baik jika anda mempersenjatai email anda dengan password yang aman. Anda bisa membaca seluk-beluk password di artikel sang jenius Agung di http://agungworld.co.cc/main.php?module=detailartikel&id=11

Sebetulnya, ada teknik lain yang dipakai hacker untuk masuk dan mengubah password anda. Seperti yang saya lakukan. Saya memanfaatkan kelemahan sistem keamanan yang ditawarkan provider penyedia layanan email gratis seperti MSN, Yahoo, dan GMAIL.

Bagaimana?

Saya berpura-pura ’login’ ke suatu ID dengan password asal-asalan. Ketika provider email memverifikasi, saya bisa beralasan saya lupa password saya. Maka provider akan menuntun saya ke page untuk reset password. Setelah mengisi code tertentu, saya akan masuk ke ’secret question’ yang dibuat oleh si pemilik email. Jawaban yang benar akan meyakinkan provider email dalam memverifikasi permintaan kita untuk ’reset password’. GOTCHA! Saya masuk.

Kesalahan terbesar orang-orang ketika mendaftar akun email baru, adalah mereka mengabaikan pentingnya password. Dengan dalih takut lupa, maka mereka membuat password yang sangat mudah diingat seperti deret angka 123456 atau malah menggambarkan dirinya sendiri seperti tanggal lahir 190382. Atau malah warna favorit blueaddict.

Kesalahan lainnya adalah mereka mengabaikan ’secret question’. Sebagian besar dari orang menggunakan ’secret question’ yang merupakan penciri dirinya. Seperti;

* Berapa nomer telepon pertama anda?
* Di kota anda lahir?
* Di kota mana ayah/ibu anda lahir?
* Apa nama mobil pertama anda?
* Dimana anda dibesarkan?
* Siapa nama ayah/ibu anda?
* Dan pertanyaan-pertanyaan ‘cetek’ lainnya yang sangat mudah dijawab oleh siapapun terutama orang-orang terdekat anda.

Ingat internet memberikan unlimited information untuk anda. Hampir semua bisa dilacak, apalagi bila anda gandrung menjadi anggota milis, komunitas, atau jaringan pertemanan di internet.

Sarannya: Buatlah pertanyaan yang hampir tidak terpikirkan dan tidak bakalan ada di internet. Sesuatu yang hanya anda dan Tuhan yang tahu. Pertanyaan yang membutuhkan banyak alternatif jawaban juga bagus misalkan: ”Apa yang gue suka?”

Ada yang bertanya apa pentingnya hacker masuk ke email anda?

* Jika anda suka bertransaksi online via internet banking, maka email nottification juga akan masuk ke email anda. Bahkan ada beberapa orang yang mempunyai folder khusus untuk internet banking, seperti saya. Wah, jangan heran bila tiba-tiba saldo anda di bank kosong. Pasca anda tidak bisa mengakses email anda.
* Hacker akan mengakses contact address anda untuk menawarkan sesuatu atau malah menipu. Bisa saja sang hacker berpura-pura mengirimkan email permintaan sejumlah uang kepada teman dekat anda/pacar/keluarga anda dengan dalih anda kepepet.
* Hacker bisa saja menyebarluaskan rahasia penting anda kepada dunia. Apalagi bila anda sedang merencanakan ’pembunuhan’ hehehhe. Atau foto-foto pribadi anda tersebar di se-antero jagat.
* Dll.

Di akhir tulisan, saya ingin mengingatkan kepada pembaca sekalian yang kusayangi. Jika anda merasa password anda tidak aman. Segera ubah password anda sekarang! Ubah juga ’secret question’ anda. Buat pertanyaan sesulit mungkin yang hanya anda dan Tuhan saja yang tahu.

Akhir kata selamat berinternet dengan aman.

RISMA BUDIYANI

p.s. dilarang meng-copy paste tanpa mencantumkan nama penulis.


VIDEO METRO TV E-LIFE SYLE
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/04/04/5167/212/Pencurian-Password


http://ashifcom.blogspot.com

Share/Bookmark

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

IObit Security 360™




IObit Security 360™ Freeware

DOWNLOAD

IObit Security 360 is an advanced malware & spyware removal utility that detects, removes the deepest infections, and protects your PC from various of potential spyware, adware, trojans, keyloggers, bots, worms, and hijackers. With the unique "Dual-Core" engine and the heuristic malware detection, IObit Security 360 detects the most complex and deepest spyware and malware in a very fast and efficient way. IObit Security 360 has a real-time malware protection and frequent updating for prevention of zero-day security threats. Designed for Windows® 7, Vista™, XP and 2000 (32bit and 64bit), IObit Security 360 can work with your Antivirus for a superior PC security.

Free Download



Recommended by More IT Professionals and Editors. 100% free!
What the CNET Download says about IObit Security 360:
"with a Smart scan taking about 6 minutes and a full scan finishing in 45 minutes, making this one of the fastest in its class"




Key Features and Benefits
Work with All Antivirus Products

Everyone needs a qualified antivirus software, and IObit Security 360 will surely be the best mate for your current Antivirus.
Complete PC Security Care

Antimalware, antispyware, anti-adware, anti-Trojan, anti-bots, and more. IObit Security 360 can assist* your Antivirus defend any tricky and complex threats.

* Currently, there is no solution that offers a 100% effectiveness rate for detecting viruse and malware. You may become a victim of misleading advertising, if you buy such a product under those premises.
1-click Solution and Very Easy to Use

Traditional Advantages of IObit products. We love simple and automatic styles.
Very Fast and Light

Thanks to the unique "Dual-Core" anti-malware engine, complicated analysis can be made faster now.
Finds the Deepest Infections

Using DOG (Digital Original Gene), a novel heuristic malware detection method, IObit Security 360 can find the most complex threats.
Automatic and Frequent Updates

By the new-generation malware analysis system and our professional database team, IObit Security 360 catches the emerging dangerous malware in the Internet.
Free for Home/Non-commercial Use

Scan & Remove is free, and real-time protection is free too. You will love this small but powerful free anti-malware genius.

CARA INSTALASI & APLIKASI FULL SCAN

http://ashifcom.blogspot.com

Share/Bookmark

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mengunci Komputer/Laptop dgn Flash Disk




Predator merupakan sebuah tool yang dapat mengunci komputer kamu saat kamu sedang tidak berada di depan PC, sekalipun operation system PC kamu sedang beroperasi.
Dengan tool gratis ini kamu bisa membuat USB flash drive kamu menjadi kunci yang bisa kamu gunakan untuk me-lock dan meng-unlock PC kamu. Dengan demikian kamu bisa menjaga komputer kamu dari penggunaan tangan-tangan lain.

Cara penggunaan tool ini sangat mudah, cukup dengan menghubungkan flash drive kamu ke PC, kemudian jalankan tool Predator yang ada di PC kamu, dan nantinya kamu akan diminta memasukkan password sebagai kunci untuk mengoperasikan PC yang kamu miliki. Jika tool ini telah berjalan di system Windows kamu, saat kamu memisahkan (Unplug) flash disk dari PC kamu, maka komputer yang kamu gunakan akan terkunci dengan sendirinya, sekalipun OS Windows sedang beroperasi pada komputer tersebut. Untuk menjalankan komputer kembali dalam kondisi normal, kamu cukup menghubungkan Flash Disk yang tadinya kamu gunakan ke PC kamu.

Dengan PEDATOR keamanan PC akan terjaga dengan mudah, semudah menghubungkan dan memisahkan USB Flash Disk dari PC!
Download Disini !!
http://www.montpellier-informatique.com/predator/en/dl/free/InstallPredator.zip


http://ashifcom.blogspot.com

Share/Bookmark

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Trend Keamanan Internet Indonesia 2010

Trend Keamanan Internet Indonesia 2010
Bagikan
Kemarin jam 11:34
Tinjauan Tahun 2009

Sepanjang tahun 2009 Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII) mencatat sejumlah hal penting yang berpengaruh besar terhadap terjadinya peningkatan insiden atau serangan yang menimpa infrastruktur Internet Indonesia. Berikut paparannya.

Menurut statistik CIA World Factbook, populasi dunia pada saat ini adalah 6,780,584,602. Sekitar 1,733,993,741 orang secara teratur telah mengakses Internet. Sedangkan penduduk Indonesia tercatat sejumlah 240,271,522 dengan perkiraan lebih dari 35 juta pengguna Internet. Lebih dari 15 juta diantaranya setiap hari mengakses situs berita online.

CIA World Factbook https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/id.html.

Berdasarkan Laporan Kinerja Operasi (LKO) penyelenggara Telekomunikasi kepada Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel), diketahui telah lebih dari 300 lisensi Internet Service Provider (ISP) dan 30 lisensi Network Access Provider (NAP) dikeluarkan oleh regulator. Jumlah National Internet Exchange (IX) yang aktif ada 3, tidak termasuk private peer antar NAP atau antar ISP. Agregat traffic Internet Internasional > 40 Gbit/s dan 25 Gbit/s untuk traffic IX.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah pelanggan Internet pada akhir 2009 akan mencapai 6 juta. 3 juta diantaranya telah menikmati akses broadband. Ini tidak termasuk pengguna Internet seluler. Kompilasi data dari Badan Regulasi Telekomuniksi Indonesia (BRTI) menunjukkan bahwa pengguna 3G saja telah mencapai 6 juta pelanggan. Belum termasuk pengguna akses data Internet GPRS/EDGE dan CDMA/EVDO.

Data BRTI juga menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2009 sebagian besar BTS dari 3 operator selular GSM papan atas telah siap melayani akses data Internet. Jumlah BTS Telkomsel mencapai 31,000, Indosat 29,000 dan XL 26,000 dengan jangkauan wilayah pelayanan (coverage area) telah meliputi 99% dari 5,300 kecamatan di Indonesia. Ini tidak termasuk tambahan penetrasi layanan paket data berbasis Fixed Wireless Access (FWA) yang dikenal dengan CDMA/EVDO.

Jumlah nomor aktif yang telah terpakai mencapai 165 juta dengan perkiraan 135 juta diantaranya adalah unik (mewakili 1 orang). Walaupun tingkat churn rate (perpindahan pelanggan ke operator lain) dan wipe off (penghapusan nomor pasif) cukup tinggi namun ternyata pertumbuhan nomor baru (perdana) juga jauh lebih pesat. Ini artinya keterjangkauan telah meningkat tajam.

Kompilasi data survey pasar menunjukkan: Indonesia memiliki rasio kepemilikan perangkat akses Internet tertinggi, kenaikan jumlah gadget paling banyak dan penurunan tarif layanan (termasuk paket data Internet) paling tajam di kawasan ASEAN walau di tengah isu resesi ekonomi.

Harga perangkat komputer untuk akses Internet turun hingga di bawah US$ 500 (5 juta rupiah) dari semula pada tahun sebelumnya berkisar di angka US$ 700 (7 juta). Dan ada kecenderungan pengguna beralih ke perangat portabel yang lebih murah seperti Netbook (4 juta rupiah) dan PDA Smartphone (dibawah 1 juta rupiah). Harga perangkat di atas itu sangat sedikit diminati.

Rata-rata tarif layanan akses data Internet di bawah angka 200 ribu per bulan (flat rate). Bahkan ada yang dibawah 100 ribu rupiah. Pada tahun 2008 tarif masih di atas 300 ribu rupiah per bulan dan skemanya berbasis volume (bukan flat rate). Angka ini tidak termasuk peningkatan sangat tajam untuk layanan khusus seperti Blackberry dan perangkat wannabe-berry.

Statistik ini menunjukkan dinamika masyarakat pengguna yang sangat tinggi disertai munculnya tren budaya “always on” sebagai akibat semakin digemarinya layanan social network di Internet serta layanan fun and lifestyle lainnya seperti blog, microblogging, chatting dan games.

Pertumbuhan Internet (pengguna, traffic, perangkat, aplikasi) meningkat ratusan persen apabila dibandingkan dengan kondisi 10 tahun yang lalu (1999). Sebagai contoh, pengguna Facebook di Indonesia akan mencapai angka 12 juta pada akhir tahun 2009 ini. Sehingga walaupun angka Average Revenue Per Unit (ARPU) layanan dasar voice dan pesan singkat (SMS) terus menurun akan tetapi para operator tetap dapat mencatat angka keuntungan yang tinggi hasil kompensasi pendapatan di sektor aplikasi tambahan berbasis data Internet seperti 3G dan Blackberry.

Tren statistik ini menunjukkan bahwa value (nilai) dari Internet di Indonesia telah semakin tinggi. Maka seiring dengan pertumbuhan dan tingkat ketergantungan maka akan muncul pula dampak yang menyertai, antara lain berupa ancaman serangan.

Sebagaimana teknologi lainnya, Internet pun memiliki 2 sisi yang dapat digunakan untuk maksud baik maupun jahat. Diperlukan proses pemberdayaan berkelanjutan untuk membangun dan meningkatkan pemahaman (awareness) serta pengetahuan di bidang Internet security kepada pengguna awam, perusahaan, lembaga pemerintah dan pendidikan serta kelompok lainnya.

Ancaman di Internet adalah nyata dan kerugian yang diakibatkan telah semakin meningkat. Perlu disadari bahwa upaya pengamanan harus dimulai dari tingkat pribadi (personal) hingga ke tingkat korporasi (perusahaan). Sehingga potensi ancaman dan serangan bisa berkurang.

Insiden dan Kasus Pidana

ID-SIRTII mencatat sejumlah insiden sepanjang tahun 2009 yang dapat dikategorikan sebagai kegiatan kriminal menurut peraturan perundangan yang berlaku terutama KUHP, UU No. 11/2008 Tentang ITE, UU No. 36/1999 Tentang Telekomunikasi dan ketentuan lainnya.

Kegiatan yang menonjol antara lain: pencurian identitas dan data (sumber daya informasi) serta pembajakan akun (email, IM, social network). Kasus penyebaran malware dan malicious code (didominasi oleh virus lokal) yang disisipkan di dalam file dan web site serta phising site. Fitnah, penistaan dan pencemaran nama baik. Fraud (penipuan, black dollar, nigerian scam). Spionase industri dan penyanderaan sumber daya informasi kritis. Cyber war atau saling serang karena alasan politis (ID vs MY, black campaign partai politik, calon anggota DPR). Penistaan keyakinan dan penyebaran kabar bohong untuk tujuan provokasi politis maupun rekayasa ekonomi. Perjudian online, prostitusi dan human trafficking (tenaga kerja tidak resmi) serta child predator. Pornografi, peredaran narkoba dan underground economy (perdagangan komoditas tidak resmi). Cash out, penggelapan pajak dan money laundering. Serta ada juga aktivitas cyber terorisme terutama untuk tujuan propaganda, rekrutmen dan penggalangan dana.

Namun sebagian besar kasus belum dapat ditindaklanjuti oleh Kepolisian karena keterbatasan sumber daya dan akses, terutama menyangkut pemeriksaan oleh penegak hukum Indonesia kepada penyelenggara layanan asing di luar negeri walaupun UU ITE telah mengaturnya.

Profil Insiden Keamanan

Rata-rata jumlah insiden per hari pada tahun 2009 mencapai 1 juta insiden dan aktivitas ini cenderung akan semakin meningkat. Terutama pada situasi geopolitik tertentu seperti pemilu. 50% diantara insiden tersebut tergolong high priority alert. Sistem monitoring traffic ID-SIRTII sendiri terdiri dari 11 sensor yang meliputi hampir 70% traffic nasional, sehingga data dan informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk merepresentasikan profil traffic nasional.

Analisa data sistem monitoring traffic ID-SIRTII menunjukkan bahwa serangan ke infrastruktur Internet Indonesia sebagian besar disebabkan oleh kelemahan sistem dan aplikasi yang telah diketahui (common vulnerability). Penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran (awareness) para pengelola sistem dan pengguna aplikasi. Kemudian banyaknya penggunaan aplikasi tidak legal yang mengakibatkan tidak dilakukannya update atau patch untuk menutup kelemahan.

Web defacing rally (vandalism) dengan teknik eksploitasi database SQL masih menempati posisi tertinggi jumlah insiden disusul oleh serangan malware/malicious code terutama virus lokal dan phising, scam serta SPAM yang juga mulai menyebar ke media selular (SMS dan MMS).

Insiden lainnya yang menjadi catatan khusus adalah serangan Distributed Denial of Service pada sistem Domain Name Service (DNS) CCTLD-ID yaitu domain .id terutama .co.id. Walaupun jarang terjadi akan tetapi implikasinya sangat luas. Pada pertengahan tahun 2009 domain .co.id sempat drop selama 4 hari akibat serangan ini. Hal ini menunjukkan adanya kelemahan mendasar dalam sistem DNS CCTLD-ID yang perlu segera diperbaiki mengingat domain .id merupakan salah satu infrastruktur vital Internet Indonesia. Mitigasi insiden ini harus melibatkan banyak pihak terkait.

Ternyata juga diketahui bahwa sekitar 30% hingga 40% utilisasi traffic Internet internasional digunakan untuk akses konten negatif terutama pornografi, warez activity dan konten multimedia illegal. Dimana dampak ikutan akses konten negatif ini mengakibatkan tingginya insiden akibat malware/malicious code. Menurut data statistik forum keamanan Internet lebih dari 40% malicous code disebarkan menumpang pada material konten negatif dan sisanya melalui SPAM. ID-SIRTII juga telah melakukan uji random sampling bersama Tim dari JPCERT/APCERT dengan melakukan analisa terhadap produk warez, pornografi dan konten multimedia illegal di pasaran Indonesia. Hasilnya positif sebagian (30%) diantaranya memang mengandung malware/malicious code.

Penyebab insiden tertinggi lainnya adalah diakibatkan oleh kesalahan prosedur pengamanan dan kelalaian pengelola sistem. Kemudian akibat pengabaian dan ketiadaan prosedur serta pengelolaan sistem pengamanan yang memadai. Kasus social engineering terutama untuk mendapatkan hak akses dari para pejabat perusahaan atau operator dan pengelola sistem semakin banyak terjadi, akan tetapi sangat jarang dilaporkan karena dianggap dapat mengancam kredibilitas perusahaan apabila sampai informasi mengenai insiden tersebut terpapar ke publik.

Information gathering, termasuk teknik trashing – mencari data informasi rahasia dan sensitif melalui media bekas seperti portable external storage, CD/DVD dan kertas kerja yang tidak dihancurkan, penghapusan yang tidak sempurna dan tidak mengikuti prosedur pengamanan (secure disposal) untuk perangkat yang sudah habis masa pakainya serta kebiasaan berganti perangkat gadget tanpa mengikuti prosedur screening yang memadai. Banyak kasus kebocoran data perusahaan dan penyebaran data privacy dengan tujuan pencemaran akibat kurangnya awareness pengguna terhadap prosedur pengamanan perangkat gadget dan komputer portabel.

ID-SIRTII juga telah mengadakan survey random sampling tentang kesiapan sistem dan prosedur terhadap sejumlah perusahaan serta instansi pemerintah di berbagai sektor yang bisa dianggap strategis dan kritikal. Hasilnya, meskipun sebagian besar telah memiliki instrumen pengamanan namun banyak sekali kelemahan akibat sistem yang diterapkan secara parsial, pengabaian oleh manajemen, kelalaian dan masih rendahnya sikap perilaku pengamanan sendiri (self protection). Semua ini mengakibatkan tingginya angka insiden yang tidak disadari oleh pemilik sistem.

Untuk membuktikan hasil survey tersebut, ID-SIRTII juga melakukan analisa terhadap aktivitas pasar underground economy. Hasilnya cukup bersesuaian dengan premise awal dimana informasi sensitif perusahaan dan data-data pribadi rahasia (termasuk identitas, nomor rekening, PIN dan password) adalah komoditas yang paling aktif diperdagangkan dan diminati. Patut diduga bahwa kegiatan ini mengarah kepada spionase industri baik domestik, regional maupun internasional.

Di masa depan, mungkin sebaiknya pemerintah perlu menerbitkan suatu regulasi dan panduan prosedur pengamanan data dan informasi sensitif terutama untuk instansi strategis dan vital.

Proyeksi Tahun 2010

Dengan memperhatikan perkembangan tren insiden pada tahun 2009 dan berbagai laporan dari sejumlah vendor, institusi dan komunitas keamanan Internet internasional, maka ID-SIRTII telah membuat proyeksi keamanan Internet untuk tahun 2010 khususnya di Indonesia.

Kompilasi data dari vendor keamanan komputer memperkirakan bahwa pada saat ini terjadi satu pencurian identitas dalam setiap 3 detik atau setara dengan 10 juta informasi pribadi per tahun. Informasi identitas personal yang bersifat umum seperti jenis kelamin, umur, alamat, email dan pekerjaan serta data rahasia seperti nomor rekening bank dan data finansial adalah komoditas yang paling diminati di pasar underground. Para pemasar yang hendak melakukan market profiling membutuhkan data semacam ini yang apabila dikumpulkan melalui prosedur biasa akan memakan waktu dan biaya tidak sedikit. Sehingga penawaran dari pasar tidak resmi bisa menjadi pilihan yang rasional bagi sebagian perusahaan.

Lain lagi dengan aktivitas pemasaran online dan jasa mass mailing atau sering disebut dengan SPAMMER. Mereka membutuhkan data pribadi sebagai sasaran penyebaran material promosinya. Sementara para cracker juga menumpang di dalam SPAM, material pornografi, multimedia dan warez untuk menyebarkan bot, trojan, malware, malicious code dan virus untuk mendapatkan akses (pintu masuk) sehingga dapat meretas ke dalam sistem korban dan menguasainya. Maka selanjutnya perangkat akses si korban akan dijadikan batu loncatan (zombie) dan penyamaran (cover up) untuk menyasar tujuan serangan yang sebenarnya.

Para penggiat cyber fraud juga ikut menyebarkan “scare mail” ataupun proposal bisnis palsu yang sebenarnya adalah penipuan ataupun mengarahkan korban untuk menuju jebakan phising sites ataupun website yang telah terinfeksi malware/malicous code. Sehingga tanpa disadari si korban selain menjadi sasaran penipuan juga sekaligus dicuri data pribadinya untuk kemudian dijual ke pasar underground. Sekaligus komputernya dikuasai untuk dijadikan “zombie” yang juga turut menyebarkan virus, trojan, malware/malicious code bahkan SPAM dan pornografi. Di luar negeri terutama di Eropa dan Amerika Serikat, telah cukup banyak korban tidak bersalah (karena tidak menyadari telah terinfeksi dan dimanfaatkan oleh cracker) tetapi harus menjadi tersangka.

Berdasarkan data tersebut maka ID-SIRTII memproyeksikan pada tahun 2010 nanti pencurian identitas akan menjadi insiden yang paling banyak terjadi diikuti dengan penyebaran malware, malicious code, trojan, bot, virus dan aktivitas SPAM. Kemudian insiden akibat phising site juga akan meningkat dengan disertai cyber fraud (penipuan online).

Insiden dengan memanfaatkan common vulnerability juga masih akan tetap mendominasi jenis serangan yang akan menimpa perusahaan dan instansi pemerintah pada tahun 2010. Kejadian seperti ini akan terus berlanjut apabila paradigma pembelanjaan, praktek pengabaian, kelalaian di dalam pengelolaan sistem pengamanan informasi yang dianut oleh manajemen tidak diubah. Misalnya kebijakan manajemen yang tetap nekat menggunakan OS dan aplikasi illegal yang tidak update dengan alasan ketiadaan pembiayaan. Karena sebenarnya ada solusi lainnya yang murah seperti misalnya memanfaatkan platform open source seperti Linux.

Sedangkan insiden klasik seperti web defacement (vandalism) serta DDOS mungkin saja akan terjadi namun tidak dapat diperkirakan jumlahnya mengingat pemicu aktivitas serangan ini amat bergantung pada situasi geopolitik, ekonomi, sosial dan budaya terutama di kawasan regional ASEAN dan ASIA PASIFIK. Situasi dalam negeri terkadang juga turut memicu terjadinya insiden klasik semacam ini akibat adanya rivalitas di tengah masyarakat itu sendiri yang juga berimbas di lingkungan hacktivism. Terutama apabila tidak ada wadah penyaluran.

Tren insiden dan potensi serangan pada 2010 juga akan tumbuh di lingkungan jaringan seluler terutama yang menggunakan paket data Internet secara ekstensif. Selain serangan klasik berupa virus, trojan yang menyebar melalui celah keamanan fitur perangkat seperti bluetooth dan wifi, serangan juga akan masuk melalui akses Internet yaitu pada aplikasi email, web dan Internet messaging (IM). Dengan semakin beragamnya fitur dan platform aplikasi (Windows Mobile, Java Machine, Android, Symbian dan sejumlah platform baru) serta semakin banyaknya aplikasi serta jenis layanan termasuk fitur gadget itu sendiri dan banyaknya jumlah pengguna, maka potensi eksploitasi keamanan yang dapat menjadi serangan menjadi semakin besar.

Perangkat gadget juga akan menjadi sasaran serangan kejahatan seperti fraud (penipuan) dan pencurian data. Para cracker akan berupaya untuk ikut ambil bagian di dalam setiap transksi e-banking, phone banking, sms banking yang dilakukan dari perangkat gadget. Lebih jauh lagi mereka bisa melakukan penyadapan untuk tujuan pemerasan dan pencurian data pribadi. Oleh karena itu pengguna gadget harus dididik untuk disiplin menerapkan prosedur self protection. Antara lain tidak mudah mempertukarkan data dengan orang lain, mengunduh atau memasang aplikasi yang tidak terpecaya atau yang tidak didapatkan dari sumber resmi yang dijamin oleh vendor dan senantiasa waspada dengan hanya menyalakan satu fungsi untuk interkoneksi jaringan pada satu saat. Misalnya memilih akses data selular, WiFi atau Bluetooth. Salah satu saja dan secara default mematikan akses lainnya manakala tidak dibutuhkan.

Cracker juga akan berupaya menjadikan perangkat gadget sebagai ghost host (batu loncatan) untuk meretas ke dalam jaringan internal perusahaan. Mengingat bahwa saat ini pemanfaatan fitur integrasi layanan perangkat gadget dengan sistem groupware dan kolaborasi perusahaan sangat diminati oleh kalangan eksekutif dan telah menjadi bagian dari gaya hidup yang baru. Para cracker dapat saja menanamkan malicious code yang secara rutin akan mencuri data perusahaan yang dapat diperdagangkan di pasar underground. Harus diterapkan prosedur pengamanan yang tepat dan ketat untuk membatasi akses perangkat gadget ke dalam jaringan perusahaan.

Secara rutin perusahaan perlu melakukan pemeriksaan keamanan dan audit terhadap perangkat gadget dan perangkat eksternal ekstra yang dipergunakan oleh karyawannya.

Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran para pengguna teknologi dan meningkatnya kapasitas dan pengalaman penegak hukum serta keluarnya sejumlah regulasi baru di bidang Internet, maka ID-SIRTII memproyeksikan bahwa pada tahun 2010 nanti pelaporan kasus akan meningkat tajam dan keberhasilan pengungkapannya juga akan semakin baik. Sementara modus baru juga akan terus tumbuh karena berbagai macam jenis tools dan eksploitasi baru yang semakin mudah digunakan akan ditemukan. Kejahatan dunia maya akan terus berkembang.

Untuk antisipasi tren potensi ancaman yang makin meningkat di tahun 2010 yang akan datang, maka ID-SIRTII telah menyiapkan sejumlah fasilitas laboratorium (simulasi insiden, malware analysis, digital forensic dan pusat pelatihan pengamanan Internet) beserta berbagai program untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan profesional di bidang keamanan Internet ini. Masyarakat luas dapat berpartisipasi di dalam program-program ini antara lain di dalam proyek honeynet nasional, anti SPAM project, local DNS content filtering, drill test dan Tsubame Project (kolaborasi dengan JPCERT untuk menganalisa korelasi profil insiden antar negara).

Sejumlah rancangan regulasi baru di bidang pengamanan Internet juga telah diajukan ID-SIRTII untuk mendukung upaya ini. Antara lain adalah Rancangan Peraturan Menteri tentang Sinkronisasi Waktu Perangkat Penyelenggara Telekomunikasi dan Rancangan Peraturan Menteri tentang Tata Cara Pencatatan Identitas untuk layanan akses Internet publik (warnet, hotspot dlsb.).

(artikel ini ditulis oleh M. Salahuddien; saat ini bekerja sebagai Wakil Ketua di Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure / National Cooordination Center - ID-SIRTII / CC. Yaitu suatu lembaga dibawah Departemen Komunikasi dan Informatika, yang bertugas mengawasi infrastruktur strategis Internet Indonesia dari kemungkinan ancaman dan potensi serangan. ID-SIRTII adalah anggota Asia Pacific Computer Emergency Response Team - APCERT. Tulisan ini dimuat di Majalah Biskom Edisi Desember 2009)

Sumber : http://www.facebook.com/profile.php?id=1065158423#/note.php?note_id=259895121919&id=1067214440&ref=nf

Share/Bookmark

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS